Tampilkan postingan dengan label penemuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penemuan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Juni 2010

Makhluk Aneh Ditemukan Di AS

Penduduk negara bagian North Carolina, AS sempat dihebohkan dengan penemuan alien yang hidup di saluran pembuangan mereka. Rekaman alien berlendir yang beredar di situs YouTube itu mendapat empat juta hit.

Makhluk itu, seperti dilansir Ananova, menempel di retakan dinding saluran pembuangan dan terlihat seperti gelembung lendir. Beberapa orang melihat bentuknya dengan lebih jelas menggunakan kamera kecil yang bisa diselipkan ke retakan itu.

Makhluk itu makin malu dan menghindari cahaya yang berasal dari kamera. Rekaman video itu langsung heboh di situs YouTube dan mendapat empat juta hit. Namun ternyata, para ahli biologi mengkonfirmasikan ‘alien’ itu sebagai koloni cacing yang hidup bersama.

“Memang, makhluk itu hanya sebuah koloni cacing yang merekatkan diri mereka ke akar yang ada di pipa itu. Mereka sepertinya merespon cahaya dari kamera yang cukup panas,” kata Koordinator Lingkungan Hidup di Raleigh Public Utilities Department, Ed Buchan.

Penggalan video itu dibuat oleh firma konstruksi yang dikontrak untuk mensurvei saluran pembuangan negara bagian itu, Malphrus Construction. Seorang jubirnya mengatakan mereka disewa untuk melihat apakah ada masalah di saluran pembuangan yang sudah sangat tua tersebut.

Biar lebih jelas http://www.youtube.com/watch?v=TcKpx...layer_embedded

Sabtu, 08 Mei 2010

Foto Foto Perahu Nabi Nuh | Foto Foto Kapal Nabi Nuh

Setelah 2 abad pencarian kapal nabi nuh kini mulai mendapat perhatian seluruh penjuru dunia. Satelite-satelite, ahli-ahli pakar, dan angkatan militer dikirim untuk melakukan penelitian ekspedisi salah satu kebesaran Tuhan ini di ararat sebelah timur Turki. Ekspedisi penelitian ini kebanyakan dilakukan oleh orang kristen Amerika. Di dalam kitab suci, dijelaskan bahwa kapal nabi nuh adalah kapal raksasa yang dibuat dari kayu gofir dan ditutup dengan pakal. Bayangkan ukurannya mencapai 500 kaki, dengan lebar 75 kaki dan tinggi 45 kaki dengan tiga geladak di dalam. Sebuah jendela dibuat dibagian atas. Kapal ini bisa dibilang kapal yang sangat besar di zamannya sebelum abad 20. Bentuk kapal ini tidaklah sama dengan kapal-kapal pada zaman sekarang. Kitab suci menjelaskan bahwa kapal nabi nuh kandas di pegunungan ararat. Gunung ararat ini kini terlihat lebih sebagai gunung berpuncak 2, dan sepanjang masa sudah banyak laporan tentang perahu besar di pegunungan itu.





















Laporan 1 abad akhir ini telah ditemukan sejumlah hasil diantaranya penemuan kayu dan foto pemandangannya. Bahkan sejumlah orang mengatakan pernah menaiki atap kapal nabi nuh dan berjalan-jalan di atasnya. Beratus-ratus orang yang ingin melihat langsung peninggalan sejarah yang sangat berharga itu mencoba mendaki Gunung Aghi-Daghl yang disebut juga sebagai gunung kesengsaraan atau Gunung Ararat namun hanya beberapa saja yang mampu menaklukannya. Gunung ini dinobatkan sebagai puncak tertinggi di Turki dan beriklim salju tebal. Kapal Nabi Nuh itu tertimbun oleh salju kurang lebih 5000 tahun setelah gempa bumi besar pada tahun 2 mei 1988 silam tanpa ada yang mengetahui bahwa adanya artifak yang sangat berharga di dalamnya. Dari beberapa hasil temuan di kaki Mount Ararat, Para Pengkaji dan Scientist Russia telah menemui lebih kurang 500 kesan artifak batu baterai elektrik purba yg digunakan utk menyadurkan logam.Tentunya temuan tersebut bisa membuktikan bahwa masyarakat zaman Nabi Noah/Nuh telah mengenal listrik. Pada hakikatnya pengetahuan Sains dan teknologi mereka sudah maju pada masa itu. Sungguh berbeda sekali bukan dengan yang kita bayangkan? Gunung Ararat sendiri mempunyai keunikan tersendiri yaitu adanya pelangi setiap hari di puncak gunung ararat, sungguh menakjubkan!!.

Jumat, 07 Mei 2010

Kapal Perahu Nabi Nuh Ditemukan di Turki

Sisa-sisa perahu Nabi Nuh ditemukan di ketinggian 13 ribu kaki atau sekitar 3,9 kilometer di sebuah gunung di Turki. Hal tersebut diungkapkan para penjelajah evangelis.

Sekelompok penjelajah evangelis dari Turki dan Cina mengatakan mereka menemukan sisa-sisa kayu dari perahu Nabi Nuh di Gunung Ararat di sebelah timur Turki.

Kelompok penjelajah tersebut mendaku dari data karbon kayu tersebut menunjukkan berusia 4.800 tahun. Artinya, waktu tersebut sesuai dengan berlayarnya Perahu Nabi Nuh. Para evangelis dan sebagian peneliti sejak lama menduga Gunung Ararat sebagai tempat terakhir berlabuhnya perahu Nabi Nuh.

Yeung Wing-Cheung, anggota tim peneliti Kependetaan Internasional Masalah Perahu Nabi Nuh yang melakukan pencarian tersebut, mengatakan, "Itu bukan 100 persen bisa dinyatakan sebagai perahu Nabi Nuh. Tetapi kami rasa 99,9 persen itu merupakan perahu Nabi Nuh."

Dalam beberapa dekade ini, ada berbagai penemuan yang diklaim sebagai perahu Nabi Nuh. Yang paling terkenal adalah penemuan arkeolog Ron Wyatt pada 1987. Wyatt mengklaim menemukan sisa perahu Nabi Nuh di Ararat. Saat itu, pemerintah Turki secara resmi mengumumkan kawasan penemuan Wyatt sebagai taman nasional.

Namun, kaum evangelis bersikeras penemuan terbaru mereka di Gunung Ararat merupakan artefak yang sesungguhnya. Untuk mengkonfirmasikan itu, tim telah memanggil peneliti dari Belanda, Gerrit Aalten.

"Keutamaan dari penemuan ini adalah untuk pertama kali dalam sejarah penemuan perahu Nabi Nuh terdokumentasikan dengan baik dan diungkap ke khalayak di seantero dunia," ujar Aalten saat jumpa pers penemuan tersebut. "Ada banyak bukti-bukti akurat yang menunjukkan bahwa struktur yang ditemukan di Gunung Ararat di Turki bagian timur adalah perahu Nabi Nuh," ujar Aalten.

Perwakilan dari Kependetaan Internasional Masalah Perahu Nabi Nuh mengatakan struktur yang terkandung di beberapa bagian, beberapa balok kayu, diduga merupakan bagian dari perahu yang dipakai sebagai kandang bermacam hewan. Tim arkeolog evangelis juga menyatakan tidak mungkin ada permukiman di kawasan tersebut.

Anggota tim penjelajah, Panda Lee, mengatakan, "Pada Oktober 2008, saya memanjat gunung tersebut dengan tim dari Turki. Di ketinggian sekitar lebih dari 4.000 meter, saya melihat ada struktur bangunan yang terbuat dari papan seperti kayu gelondongan. Tiap papan memiliki ketebalan 8 inchi. Saya melihat tenons, bukti konstruksi kuno sebelum paku besi ditemukan."

Pejabat lokal akan meminta pemerintah pusat Turki mengajukan penemuan itu masuk dalam UNESCO WOrld Heritage agar situs tersebut bisa dilindungi seiring dengan penggalian arkeologi secara besar-besaran.

Menurut beberapa kitab suci, Tuhan memutuskan untuk membanjiri bumi dengan air setelah melihat kondisi dunia yang buruk. Tuhan lalu meminta Nuh untuk membangun sebuah perahu besar dan mengisi perahu tersebut dengan manusia dan hewan.

Menurut kitab suci, setelah banjir surut, perahu Nabi Nuh terdampar di sebuah gunung. Banyak orang menduga Gunung Ararat, titik tertinggi di kawasan tersebut, sebagai tempat labuhan terakhir perahu Nabi Nuh.